Friday, 4 June 2010

Tanya Kenapa?

Kenapa ya, gue nggak belum pernah bisa ngikutin arus jaman dan jadi normal (baca: kayak anak2 seumuran gue lainnya yang make baju in style, jadi it girl, ngerti make-up, dan buka majalah bisa langsung bilang, "Eh ini kan yang gue beli kemaren.")?

It's depressing. Secara, pacar gue adalah seorang yang-entah kenapa-sangat aware dengan keadaan jerawat gue, keadaan berpakaian gue, kadar kemanisan gue saat ketemu dia, dan yang paling "menekan" gue adalah.. he's kind of man who has many closed-friends that not only beautiful but they are "the it girls".

Pengen deh sekali-sekali gue terbebas dari hempitan konsumerisme yang "menekan" hidup gue. Gue pengen muter2 keliling Jakarta sambil ambil foto2 sama orang yang paling gue sayang tanpa harus mikir kamera gue bukan kamera SLR dan kemampuan foto gue juga masih sangat amatiran, gue gak musti mikir pake baju apa yang bagus, tatanan rambut apa yang nggak keliatan acakadut, dan bagaimana gue masih bisa keliatan cantik tanpa harus naek kendaraan pribadi.

Hari ini Kadang-kadang gue capek ngadepin beginian. Gue milih tinggal di rumah, nggak musti ketemu siapa-siapa, dan berkutat aja sendirian di rumah. Ngapain, kek.. Bikin web, bikin design apa kek.. Anything that doesn't involve me having contact with other people and doesn't require me to wear anything superb; not decent, superb.

Jesus Christ, sudah cukup, saya nggak bisa ngadepin himpitan konsumerisme ini. Please.

Thursday, 13 May 2010

Lebih Banyak Gambar dan Lebih Banyak Cinta

Mari menggambar, lagipula saya sudah kekurangan kata-kata. Apalagi yang puitis. Mungkin juga ini gara-gara teman-teman saya mayoritas menganggap saya sedang galau ketika saya berpuisi; lalu saya jadi trauma membuat puisi.

Lalu saya jatuh cinta pada orang yang suka menggambar. Jadilah kami pacaran sambil menggambar.

Seru! Mari menggambar (:

Monday, 26 April 2010

Payah

Jadi.. ceritanya hari ini gue terinspirasi sama blog ini dan pengen bikin blog baru yang kesannya clean, simple, tapi kreatif gitu; intinya setengah mencontek blog itu deh. Eh, seperti biasa, setelah milih2 theme, malah jadi ilfeel dan berenti punya niat bikin blog baru. Yaudahlah, yang ini aja diisi lagi. Hehe..

Payah. Iya, payah. Payaaah banget gue minggu2 ini. Gue masih belom bisa nyetir, masih belom bisa konsisten, dan yang paling parah.. Masih belom bisa ngebagi waktu.

Tugas2 gue di RTC terbengkalai, tugas kuliah bececeran, yang paling parah ya gue nggak pernah nongol lagi di DPM. Huhu, maaf ya semuanyaaa ):
Mulai sekarang juga, kayaknya gue bener2 harus memperbaiki diri, nih. Kalo nggak.. Mau jadi apa coba hidup gue? *sigh*

Sunday, 18 April 2010

Back to Reality

Yah, waktunya kembali ke kehidupan normal. Artinya: kembali memikirkan IP, kembali berkutat dengan CV, kembali mencari pekerjaan, dan kembali membereskan hal nggak beres di kehidupan. Yeah!!

Sunday, 28 March 2010

Gadis, Mati, Harta, Popularitas, dan Lacur

Melangkah layu, terseok, dan terjerembab
Gadis dalam kenangan, cinta dalam genggaman, harta dalam angan
Yang tercinta memohon mati meminta henti

Mereka yang punya segala dan gadis ini menghirup ampas

Lacur pada apa yang kau genggam
Pada angan, benda, harta, posisi
Pada akhirnya kau tahu

Dia yang perawan, dia yang mati sia-sia

Monday, 1 March 2010

GALAU

Ya gimana gue nggak mau gundah gulana, galau merana? Ada kali berjam-jam gue ngeliatin fotonya Ririn Dumin, ini.. RIRIN DUMIN:


Gue tau si Dumin2 ini rasanya agak janggal dan bisa jadi dia karakter fiksi, tapi the hell lah sama karakter fiksi. She's perfect meeeen! Cantik iya, kurus, dan ornag sekali liat langsung bilang, "Iya yah, cantik hlo!" Even Zeke Khaseli ngomong begitu T.T

Aduh mudah2an hari ini ada yang ngeboost mood gue yaa )':

Saturday, 27 February 2010

Adrenaline Rush

Pagi ini perut bergejolak, seharian kemarin porsi kopi gue pangkas. Sekarang, abis minum beberapa tenggak, perut langsung disco!

Yeaa, I need a bunch of adrenaline rush today. What a busy buzzy bizi day! If today's through, I might want to share a thing or two (:

Saturday, 20 February 2010

Bear Hug (:

At the moment,
I'm in love.
I have some problems.
I can't really organize my money,
nor arranging my schedule without break it,
sometimes I lost my concentration during the class,
I feel really save among my friends,
and..

don't you know although I have some hard times and uneasy life, I still enjoy it?

Oke, gue akuin gue memang pernah ngerasa down. Gue galau segalau-galaunya pas gue bisa move on dari mantan gue, terus ketemu seseorang yang seemed really wants me, tapi kemudian ternyata semua nggak sebagus yang ada di benak gue.

Tapi semua sudah selesai. 19 tahun gue hidup, gue udah sedikit mengenal hidup gue. Sedikit lebih banyak dari orang lain, tentunya. I'm a lucky charm, but not for love. Gue terselamatkan dengan banyak keberuntungan, tapi tidak untuk yang satu itu. Bahkan, I think I kind'f destined to be alone. Gue tau gue masih dalam proses, tapi entahlah, semua indah di waktunya Tuhan.

I do prepare for the worst. I always do.

Gue butuh bear hugs dari temen2 gue dari waktu ke waktu. Hey, itu hak gue! Bahkan, sedih dan galau dan gundah gulana juga hak gue. Gue tau kalo gue terlalu banyak ngeluh di Twitter atau jejaring sosial lain, orang lain bisa jengah. Tapi, tolong. Kalian nggak kenal gue. Kalian belum kenal gue.

Masalah gue bukan hanya soal cowok. Gue punya keluarga, punya temen, punya institusi pendidikan, gue gabung organisasi, gue punya multi identitas. Setiap relasi bisa berpotensi punya konflik, kan? Gue itu ya anak, kakak, murid, mahasiswa, producer.. Pasti gue akan nemuin banyak masalah.

Gue menyerah dan menolak mikirin soal romance. Tapi, sialnya gue masih manusia. Gue masih punya perasaan dan bisa tertarik sama lawan jenis. Maaf ya, kalo gue sering ngepost macem2 di Twitter. Hahahah... That's just me!

Jadi.. Sekarang apa? Ya, gue lagi berjuang sama mata kuliah yang makin hari makin absurd. Pokoknya riweuh lah hidup gue sekarang. Gue nggak sanggup membunuh perasaan gue, dan gue berjuang terus-menerus mengasah kreatifitasan gue.

Buat siapapun, temen2 gue yang ngerasa keganggu dengan segala postingan gue di FB, Twitter, Tumblr, atau manapun; ini pesen gue: gue seorang penulis. Maaf kalau alam pikiran gue nggak se-sederhana pikiran kalian. Maaf kalau gue melihat satu hal secara multidimensi. Jadi gue bisa 5x lebih sedih atau 5x lebih senang dari kalian. Maaf kalau nggak semua yang kalian baca di postingan gue adalah bener apa yang lagi gue rasa. Maaf kalau gue banyak mengeluh dan banyak ngepost aneh2. Maaf kalau gue masih manusia dan masih bisa punya rasa. Maaf ya.

Tapi tolong, jangan bunuh kreatifitasan gue. Gue butuh ruang buat pembuktian-jati diri, kalau gasuka sama twitan gue, silahkan unfollow. Gue nggak mau prostat emosi. Jadi gue menulis, dan jejaring sosial-lah media yang gue perkosa.

Nggak semua yang lo denger itu bener, jadi silahkan kalau mau berfikir gue itu Tita yang galau, Tita yang sedih, Tita yang labil. Pesen gue, dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu. Cuma gue dan Tuhan yang tau persis. Macam bajaj, lah. Cuman abangnya yang tau kapan itu bajaj mau belok. Bahkan, untuk kasus ini, Tuhan aja bingung.

Berani baca muntahan ide gue? Follow @titanugroho tapi resiko tanggung sendiri!

Tuesday, 16 February 2010

Katanya...

"..semua indah pada waktu-Nya."

Bukannya nggak percaya, tapi gue cuman manusia yang nggak bisa lihat masa depan. Rasanya, seperti nungguin kereta pas jam stenga 10 malam. Tau bakal ada kreta terakhir jam stenga 10. Tapi, nggak tau itu kereta udah lewat apa belum. Menunggu, tanpa kepastian.

Sepi, ekses dari sendiri.

Salah nggak sih gue ngiri? Gue mulai belajar buat menikmati kebahagiaan orang; jadi kalo temen gue seneng, ya gue ikut seneng. Jadinya, gue gaperlu ngerasain persis kayak apa yang mereka rasa supaya gue bisa ikut seneng, tapi gue cukup berempati supaya gue bisa ikut seneng.

Tapi, tetap yang ada hanya sepi.

Monday, 15 February 2010

Pertanyaan

Kadang2 gue mikir, jangan2 bukan gue yang nggak punya waktu buat cinta, tapi cinta yang nggak punya waktu buat gue.

)':