Monday, 1 November 2010

Luka Cinta Derita untuk Lupa Cipta Cerita

Lupa sama luka, kita mencipta cinta, karena derita nanti jadi sekedar cerita.

Ditunggu Nona

Di bawah lampu penerang jalan, seorang perempuan muda mengenakan kemeja dan rok lipit sedengkul memeluk erat tas hitamnya. Rambutnya yang panjang diikat ekor kuda sesekali berayun ketika ia menengok ke kanan dan kiri. Nampaknya ada seseorang yang ia tunggu.

Hei, Nona. Diam saja? Sedang menunggu, ya?
~
Nona, jangan hanya tersenyum. Saya bertanya, Nona sedang menunggu seseorang ya?
~
Nona tau pementasan Menunggu Godot? Kalau Ditunggu Dogot? Kalau tidak tahu, harusnya Nona tetap tau sedang menunggu siapa, kan?
~
Nona, diam begitu tampak galak. Saya lebih senang melihat Nona tersenyum seperti tadi. Biar bisu, tapi manis. Eh, memangnya Nona benar-benar bisu?
~
Ya tapi kenapa hanya menggeleng? Kalau tidak bisu kan harusnya bisa berucap.
~
Nona, malam ini dingin ya? Pasti yang Nona tunggu juga tidak sabar bertemu Nona. Dia bisa memeluk Nona dengan erat sampai tidak ada lagi hawa dingin tersisa di tubuh Nona.
~
Pasti orang itu tampan ya, Nona. Dia siapa? Pacar? Tunangan? Ah, tapi tidak mungkin suami. Nona terlalu muda untuk menikah.
~
Coba orang itu adalah saya ya, Nona. Saya hanya sejauh satu jengkal.
~
Nona, ayo bicaralah! Sepatah kata saja, atau dua, atau lebih akan lebih bagus. Kita ulang saja pembicaraan ini. Tapi kali ini jawab, ya?
~
Hei, Nona. Diam saja? Sedang menunggu, ya?
~
Ah, Nona. Saya bosan. Lagipula, saya tidak boleh keluar rumah malam-malam, apalagi keluar rumah malam-malam dan bicara dengan orang asing. Lebih baik saya pulang sekarang. Nanti orangtua saya marah. Nona di sini saja ya baik-baik.
~
Ah Nona, kenapa menangis? Saya bukan orang yang Nona tunggu, kan? Nanti juga ia datang. Sabarlah, sebelum saya datang, toh Nona baik-baik saja. Nanti pasti Nona akan baik-baik juga.
~
Nona mau ke mana? Jangan ikuti saya. Nona tinggal saja di bawah sinar lampu. Biar kelihatan. Saya mau pulang sekarang. Saya takut orangtua saya marah bila tau saya bersama Nona.
~
Nah begitu. Tinggal di sana, ya. Diam saja sampai nanti orang yang Nona tunggu menghampiri Nona dan bertanya, "Hei, Nona. Diam saja? Sedang menunggu, ya?"

Sekejap semua diam, hening, dengung bumi terdengar semakin kencang dan perempuan itu tetap menunggu untuk terus mendengar kalimat yang sama tanpa kepastian siapa yang ia tunggu. Jadi siapa yang seharusnya ditunggu?

Monday, 25 October 2010

What would you do if you were me?

I love you, I took a good care of you, I listened to your problems, help you solve them, waiting for you until you done with your assignment, and this and that.

Then what I get?
Neglected.
Be taken for granted.
Deserted.

..and now you act like THIS? I wonder what would you do if you were me?

Sunday, 24 October 2010

Demi Tuhan Aku Masih Jatuh Cinta

..dan walaupun aku udah mencoba untuk benci dengan keputusanmu, benci dengan keluargamu, benci dengan kamu: hasilnya nihil. Demi Tuhan, aku harus mati biar ini semua bisa lewat.

(Bukan) Pernyataan Sikap

Pernah denger, kan: analogi yang mengatakan,

If someone says, "Not to being bitchy, but.." it means, they still being bitchy, but they just won't admit it.

Sekali lagi, manusia itu penuh kontradiksi. Mau ngomong A, tapi pelaksanaannya B. Sebenarnya Ingin C, malah ngedeketin D. Namanya juga manusia, nggak sempurna. Terkadang, ketidaksempurnaannya itu keterlaluan (:

Well, hari ini gue tidak mau mengklarifikasi apapun. Gue juga nggak mau pura-pura kuat dan menganalisis hal-hal yang baru aja terjadi di kehidupan gue. Hahaha. Gue akhirnya tetap tidak bisa serobot itu. Gue masih punya hati yang baru mati, dan badan yang makin kayak lakban: tipis dan hitam.

Apa yang baru terjadi di kehidupan gue itu, nggak gue sangka jadi wacana di antara temen-temen gw. Ada yang nyinyir, ada yang menghibur, ada juga yang apatis dan malah nyodorin gue rokok (yang ini kurang ajar, udah tau gue gak kuat sama asep rokok; harusnya kalo nawarin itu tiket konser kek, ato kalo mau kesannya ngerusak ya apa kek gitu... Jack D?)

Lalu, reaksi gue apa? Sikap gue apa? Apa??

Sikap gue sekarang sih bersila sempurna dengan martabak manis di pangkuan, kopi di kanan, dan tangan mengetik dengan cepat. Halah. Hahahah. Bukan, bukan. Maksud gue, mungkin saking sakitnya, gue yang biasanya curhat kanan-kiri, mewek setiap hari, dengerin lagu mendayu-dayu, berharap mati, malah nggak begitu.

Sekarang, setiap hari gue tidur lebih cepet, bangun sama cepet, mandi lebih bersih, sikat gigi lebih kenceng, belajar pake eyeliner lebih rapi, ngatur pola makan, ketawa, dengerin Vampire Weekend, ketawa lagi, main kartu, belajar, sama terbelalak. Satu-satu hal galau yang gue lakukan hanya terbelalak. Ya abis, mau ngapain lagi?

Gue udah kehilangan habit, gue keilangan orang yang di luar selera gue, tapi udah jadi my only exception, gue udah ngeluruhin semua ego gue untuk orang ini. Gue takut jatuh cinta (lagi).

Tuesday, 19 October 2010

Ini Namanya Bunuh Diri

Di awal UTS, ketika akan banyak tugas yang menghadang perjalanan gue di kampus, tiba-tiba ada satu permintaan yang membuat gue tercekat di tenggorokan: pisah.

"I'm not surprised, not everything lasts
I've broken my heart so many times, I stopped keeping track
Talk myself in, I talk myself out
I get all worked up, then I let myself down"


Rasanya kayak ditimpuk pake batu, usus berceceran keluar, terus otak meledak. Setidaknya, yang di ujung sana udah menjelaskan semuanya. Terus gimana dong? Hati saya udah ada di dia, selamat pagi manusia kopong yang hatinya sudah bolong.

Aku Masih Jatuh Cinta

Untukmu yang di sana,
yang sempat aku maki kealpaannya,
yang sempat aku sanksikan kehadirannya,
dan yang ternyata sangat aku sayangi.

Selamat malam.
Aku jatuh cinta padamu.

Tuhan yang buat kita satu,
umat-Nya buat hati kita jadi batu.

Selamat malam.
Aku masih jatuh cinta padamu.

Sunday, 17 October 2010

An Explosion in Disguise

Kira-kira gimana ya rasanya kalo dalam seminggu berkali-kali ditolak kehadirannya, ditolak perhatiannya, ditunda rindunya, dan disapa sama mesin penjawab telepon?

Gimana ya rasanya selalu mampu nyempetin waktu tapi orang lain belom tentu punya waktu buat dia?

Wah, emang enak ya dianggap sepele?

Kayaknya enak. Toh, yang ngerasa masih mampu ngetik ini, kan?

Friday, 15 October 2010

Gumaman

Tanpa Lara, saya masih bisa seseksi Croft.
Tanpa kamu, saya masih punya tugas.
Ya jadian aja sonoh sama tugas, Tit. #eits

Thursday, 14 October 2010

Tapi

Tapi jangan-jangan saya memang robot. Coba lihat betapa tahan banting dan semua jerih payahnya yang nyata dan sudah ada hasilnya itu dibayar dengan harapan saja sudah senang. Hebat. Dasar robot!