Tuesday, 16 February 2010

Katanya...

"..semua indah pada waktu-Nya."

Bukannya nggak percaya, tapi gue cuman manusia yang nggak bisa lihat masa depan. Rasanya, seperti nungguin kereta pas jam stenga 10 malam. Tau bakal ada kreta terakhir jam stenga 10. Tapi, nggak tau itu kereta udah lewat apa belum. Menunggu, tanpa kepastian.

Sepi, ekses dari sendiri.

Salah nggak sih gue ngiri? Gue mulai belajar buat menikmati kebahagiaan orang; jadi kalo temen gue seneng, ya gue ikut seneng. Jadinya, gue gaperlu ngerasain persis kayak apa yang mereka rasa supaya gue bisa ikut seneng, tapi gue cukup berempati supaya gue bisa ikut seneng.

Tapi, tetap yang ada hanya sepi.

1 comment:

timothy said...

ahem, *mengangguk kecil ;p